Cari Blog Ini

Kamis, 14 Oktober 2021

Cara Mengembangkan Potensi Diri


Potensi diri merupakan kemampuan atau kekuatan diri seseorang baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, akan tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang. Semua orang di dunia ini, pasti memiliki impian atau cita-cita yang ingin digapai/ dicapai. Dalam meraih cita-cita, tentunya kita perlu bekerja keras, konsisten, dan memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri sendiri. 

Jika kesempatan untuk menggapai impian tersebut datang kepada kita, kita harus siap menghadapinya. Tetapi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasti ada proses yang banyak dan ada hambatannya, tetapi kita harus melalui proses dan hambatan tersebut untuk menggapai apa yang kita cita-citakan. Bagaimana cara mengembangkan potensi diri? Berikut ada 5 cara mengembangkan potensi diri!

  • Menganali Diri Sendiri
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali diri sendiri. Dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui apa yang kita inginkan selama ini. Kita mengetahui tujuan hidup kita. Kita mengatahui apa yang membuat kita bahagia dan yang tidak. Dengan begini, kita akan benar-benar mengetahui apa yang seharusnya kita lakukan. Ini sangat penting untuk pencapaian kehidupan kita. 
  • Cari Tahu Kekurangan dan Kelebihan Diri
Semua orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk menggali potensi diri, ini sangat penting. Kita harus mengetahui apa kekurangan dan kelebihan diri masing-masing, supaya nantinya kita dapat menghadapi dan mengatasi halangan-halangan yang ada dengan baik. Tidak perlu merasa malu akan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, karena itu adalah hal yang wajar.
  • Open Minded Terhadap Saran dan Kritik
Dalam menggali atau mengembangkan potensi diri, kita harus terbuka dalam menerima saran dari orang-orang di sekitar kita. Anggap saran tersebut adalah hal yang positif yang berguna dimasa yang akan datang. Tetapi perlu kita ingat bahwa kita juga harus memilah-milih saran yang diberikan orang-orang di sekitar kita. Jika kritik atau saran tersebut membangun diri, maka jadikan saran atau kritik tersebut untuk mengintrospeksi diri agar menjadi manusia yang lebih baik, tetapi jika saran atau kritik tersebut tidak membangun, maka abaikan saja kritik dan saran tersebut. Tidak usah dihiraukan. Hindari perasaan selalu benar sendiri, terima saran dan kritik serta hadapi dengan sikap yang baik. 
  • Tidak Takut Mencoba Hal Baru
Cara selanjutnya adalah mencoba hal baru. Singkirkan pikiran yang negatif seperti takut gagal, takut kalah, tidak percaya diri, tidak memiliki potensi, dan hal negatif lainnya. Kita perlu mempelajari dan mencoba hal-hal yang baru atau yang belum pernah kita pelajari, agar kita tetap terus mendapatkan ilmu sebagai makanan sehari-hari. Entah dalam bidang seni, pengetahuan sosial, pengetahuan alam, olahraga, teknik, dan lain-lain. Karena ini akan dibutuhkan di manapun kita berada. Dengan begini, kita mendorong diri kita untuk keluar dari zona nyaman dan siapa tahu kita dapat menemukan bakat tersembunyi yang selama ini tidak diketahui. 
  • Terapkan Kebiasaan Baik
Setiap kebiasaan baik yang kita lakukan merupakan salah satu bentuk kita memajukan diri kita ke arah yang lebih baik dan kita akan terus maju. Namun perlu diingat, bahwa menerapkan kebiasaan baik memerlukan waktu dan pengulangan yang konsisten.

Itulah 5 cara yang dapat kita terapkan di dalam kehidupan kita untuk membangun potensi diri. Semoga cara ini dapat membantu anda menjadi orang yang lebih maju lagi dan mempermudah mencapai impian yang anda impikan selama ini. Tetap semangat!!

(Sumber: https://www.zurich.co.id/id-id/blog/articles/2019/08/5-cara-mengembangkan-potensi-diri-yang-bisa-dilakukan)

Pengembangan Diri dan Konsep Diri



Pengembangan diri meliputi segala kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi, membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Pengembangan diri mulai dikaitkan dengan dunia psikologi pertama kali oleh Carl Jung dan Alfred Adler. Pengembangan diri dalam psikologi memiliki peranan penting.

Tujuan pengembangan diri untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan diri serta mempelajari atau meningkatkan keterampilan. Mengembangkan diri juga berarti mengenali potensi yang terdapat di dalam diri kita sendiri, mengembangkan bakat, membangun harga diri dan identitas, serta meningkatkan kualitas hidup dan sosial, kesehatan, sekaligus menyalurkan aspirasi. Tidak ada batasan terhadap pengembangan diri, konsepnya melibatkan kegiatan formal maupun nonformal untuk mengembangkan orang lain dalam peran sebagai guru, pembimbing, konsultan, manajer, coach atau mentor. 


Definisi Konsep Diri dan Komponennya

Kontribusi yang dibuat Carl Jung untuk pengembangan diri ialah konsep individuasi atau disebut juga dengan konsep diri. Definisi konsep diri adalah menggambarkan persepsi individu tentang dirinya sendiri dan hubungannya dengan obyek atau orang lain dalam lingkungannya. Sekumpulan persepsi itulah yang akan membentuk konsep diri Anda sebagai individu secara keseluruhan. 

Konsep diri pada seseorang mulai berkembang pada usia 7 sampai 8 tahun. Pada usia ini, anak-anak sedang dalam kondisi di mana sudah siap menginterpretasikan kemampuan serta perasaan yang dimiliki. Mereka juga telah siap menerima feedback dari orang-orang di sekelilingnya, seperti teman sebaya, orangtua dan guru. 

Konsep diri akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan membangun perilaku, ekspresi kognitif, serta emosi, baik konsep diri positif maupun negatif. Di saat yang sama, konsep diri juga dipengaruhi oleh pencapaian akademik, harga diri, integrasi sosial, tingkat kebahagiaan dan kegelisahan, serta terhadap kepuasan hidup. Konsep diri terdiri dari 3 komponen menurut Carl Rogers. 


Tiga Komponen Konsep Diri

  • Self Image (Gambaran Diri)

Gambaran diri sebagai komponen utama konsep diri, menegaskan tentang bagaimana kita memandang diri sendiri. Saat kita menggambarkan diri sendiri, biasanya kita akan terpengaruh oleh berbagai faktor. Faktor tersebut bisa dari orangtua, lingkungan, media, dan sebagainya. Untuk bisa memandang diri secara lebih baik, knda bisa menerapkan tips agar bisa memandang diri sendiri secara positif.

Sedangkan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Kuhn (1960), ketika kita mendeskripsikan diri sendiri, umumnya akan dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu deskripsi fisik, peran sosial, sifat pribadi, serta pernyataan eksistensial.

  • Self-esteem atau Self-worth (Harga Diri atau Kepantasan Diri) 

Komponen konsep diri berikutnya adalah harga diri atau kepantasan diri. Pada komponen ini, menjelaskan seberapa besar nilai atau value yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri. Kita pasti sering melakukan penilaian terhadap diri sendiri, menciptakan bingkai kepribadian, baik secara negatif maupun positif. Dari penilaian itulah, harga diri kemudian dibagi menjadi 2: 

  • Harga diri yang rendah (low self-esteem).
  • Harga diri yang tinggi (high self-esteem).

Harga diri seseorang dipengaruhi oleh 4 faktor menurut Argyle (2008), yaitu:

  • Reaksi dari orang lain.
  • Perbandingan dengan orang lain.
  • Peran sosial.
  • Identifikasi.

  • Ideal self (Gambaran Diri yang Ideal)

Kita pasti memiliki suatu gambaran diri yang ideal. Penggambaran diri yang ideal ini terkadang tidak sinkron ketika menggambarkan diri sendiri (self image). Tinggi rendahnya harga diri seseorang, akan terpengaruh dari cara mereka membandingkan gambaran diri sendiri dengan konsep ideal yang dibuat. Hal tersebut, akan menimbulkan kesenjangan yang disebut dengan inkongruensi

Itu tadi merupakan konsep pengembangan diri yang penting dan mudah untuk dipahami. Dengan memahami hal ini, kita dapat mengembangkan diri kita ke arah yang positif, sehingga kita dapat melakukan pengembangan diri secara terus menerus seiring berjalannya waktu dengan baik.


(Sumber: https://www.qubisa.com/article/pengembangan-dan-konsep-diri-dalam-dunia-psikologi dan https://id.wikipedia.org/wiki/Pengembangan_diri)